Wot Batu, Stonehenge ala Bandung

Bandung utara, khususnya Desa Ciburial memang banyak sekali tempat wisata menarik. Mulai dari penginapan, wisata kuliner, pemandangan hingga wisata rohani. Kali ini saya akan menulis satu tempat baru dan unik. Wot Batu Stonehenge ala Bandung.

Tempatnya tak jauh dari Selasar Sunaryo yang memang lebih dulu eksis buat para seniman-seniman. Wot Batu juga merupakan hasil karya dari Sunaryo yang dituangkan dalam bentuk karya-karya instalasi berbahan batu.

Wot Batu

Jika dilihat dari depan, tempatnya memang terkesan tertutup. Sebuah tembok besar menyambut siapa saja yang mendatanginya. Tembok besar itu seperti sebuah pemisah antara dua realitas depan dan belakangnya. Memang jangan hanya berhenti di tembok bertulis Wot Batu itu. Langkahkan kaki ke dalam maka akan ditemukan suasana yang lain.

Sebuah taman seluas 1000 meteran ini dipenuhi dengan karya instalasi dari bebatuan.

Wot Batu

Stonehenge ala Bandung

Dari belahan dunia barat, kita mengenal Stonehenge yang menakjubkan. Di Cianjur ada Gunung Padang dan di Ciburial ada Wot Batu.

Setelah mentok di depan tembok besar, kita akan memasuki sebuah lorong yang cukup sempit. Kata penjaganya, jika mau menikmati keindahan maka harus melalui jalan sempit, jala sulit. Di belakang tembok angkuh itu saya mengingat sebuah firman Allah, “Dibalik setiap kesulitan selalu ada jalan kemudahan”.

Dan terpampanglah sebuah keindahan. Taman batu nan artistik dipadu padan dengan berbagai elemen alam. Batu, air, angin dan tetumbuhan. Menciptakan keindahan yang halus. Aneh padahal itu kan batu.

Wot Batu

Ada ajakan untuk merenung setiap melewati sebuah batu. Ada gerbang batu dengan corak sidik jari di atasnya. Seperti hendak berkata, bahwa setiap kita memiliki ciri tersendiri. Seperti sidik jari manusia yang berbeda satu dengan lainnya.

Seperti namanya, Wot Batu yang artinya adalah jembatan batu mengantarkan yang berada di pusarannya pada berbagai macam persepsi. Coba saja lewati sebuah gerbang batu dengan corak sidik jari di atasnya yang mengantarkan pada sebuah kolam dengan air yang tenang yang berbatas horizon. Tenang dan senyap.

Wot Batu

Pusat bumi

Di tengah kerasnya bebatuan terdapat nuansa keseimbangan yang juga menjadi tema yang ingin ditawarkan kepada yang mengunjunginya. Sebuah monument batu yang buat bersusun-susun seperti menjadi jangkarnya. Tempat ini cocok bagi yang ingin sedikit merenungkan perjalanan hidup.

Di tengah keadaan-keadaan ekstrim yang nampak secara kasat mata, harus juga diupayakan keseimbangan yang halus. Jika hidup tak dibarengi dengan keseimbangan, maka segala upaya yang keras hanya akan menjadi segala upaya menjadi sia-sia.

Wot Batu

Hidup, kata Rumi “sebagai jaring yang begitu halus,” tutur Rumi. Ia harus disesuaikan dengan tepat agar bisa menangkap sasarannya. Jika ada kesedihan, jaring itu terkoyak. Jika terkoyak, ia tidak berguna. Karena cinta yang terlalu besar, begitu pula karena penentangan yang terlalu besar, jaring itu terkoyak. “Jangan lakukan keduanya!”.

Nah bagi yang ingin menemukan tempat unik ini untuk sekedar merefresh pikiran, atau ingin sekedar ngopi, arahkan saja kendaraan anda ke Ciburial. Wot Batu ini selain merupakan gallery seni batu juga disediakan café kecil tempat ngobrol dan menikmati suasana khas Bandung Utara. Karena tempat ini baru dibuka, masih banyak yang masih dalam tahap finishing. Namun anda tak akan rugi jika sudah sampai di tempat ini.

Wot Batu

Wot Batu, Stonehenge ala Bandung
3 (60%) 4 votes
(Visited 8,188 times, 1 visits today)



'Wot Batu, Stonehenge ala Bandung' have 4 comments

  1. 11/13/2015 @ 7:15 pm Nia Haryanto

    Wuih keren, ya. Aku baru tahu ada tempat ini. Tar kalo ke Selasar Sunaryo, mampir ke sini ah. Berasa di mana kitu, nya…

    Reply

  2. 11/19/2015 @ 10:52 am Nathalia Diana Pitaloka

    keren banget ih… ada penunjuk arah gunungnya pula…

    Reply

  3. 02/26/2016 @ 10:50 am Leonardy Tanu

    Apa iya Galeri Wot Batu ini tidak terbuka umum, utk dikunjugi dan dicerapi pemahaman seninya? Ironis sekali kunjungan saya dicegat oleh satpam yang nampak lagi mengantarkan Tamu VIP sedang beranjak ke kendaraan mobil mereka sambil dipayungi, upaya saya untuk masuk dan melihat koleksi seni mahakarya Pak Soenaryo pun menjadi buntu. Dan dikatakan hanya dibuka pada akhir pekan oleh petugas security yg berjaga tersebut, walau itu menjadi kunjungan hari terakhir saya ke kota Bandung dari kota Medan. Miris juga sebagai turis lokal tidak dihargai dan ditolak begitu saja, apakah karena saya dan istri ke lokasi sana yg kehujanan memakai sepeda motor sewa belaka? Arghh sudahlah mudah mudahan ada rezeki untuk bisa bertandang ke kota Bandung lagi di akhir pekan dan mengunjungi galeri yg sarat seni dari mahakarya pak Soenaryo.

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloBandungku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool