Pasar Baru Bandung

Pasar Baru, Tempat Belanja Favorit Warga Bandung dan Malaysia

Jangan ngaku tukang belanja bila datang ke Bandung tak singgah di Pasar Baru Trade Centre. Obyek wisata belanja di Jalan Otto Iskandar Dinata (Otista) No.70 ini tak hanya digemari masyarakat Jawa Barat, melainkan turis asal Malaysia. Umumnya warga Malaysia datang ke Pasar Baru untuk memborong busana muslim yang sedang trend di Indonesia.
Di pusat belanja yang berdiri sejak 1906, tak hanya menyediakan jilbab dan busana muslim lho. Masih banyak yang bisa dibeli, seperti seragam, aksesoris, elektronik, mainan, bed cover, bahkan juga makanan. Untuk lengkapnya, kita bedah yuk lima hal yang wajib dikunjungi di Pasar baru.

Oleh-Oleh Makanan

Pasar Baru Bandung

Belanja oleh-oleh makanan khas Bandung. (foto: Benny Rhamdani)

Di sayap kanan Pasar Baru kita dengan mudah menemukan jajaran kios oleh-oleh makanan. Nah, daripada bingung cari oleh-oleh makanan di Bandung, mampir saja di sini. Dulu, sebelum banyak kios oleh-oleh di beberapa tempat di Bandung, orang yang akan keluar kota menggunakan kereta api pasti mampir ke Pasar Baru. Jaraknya ke stasiun kereta api Bandung hanya 500 meter.

Kita bisa membeli makanan tradisional seperti wajit/ dodol, rengginang sampai yang modifikasi seperti cocodot. Sebaiknya tanyakan dulu kepada penjual harganya. Jangan sungkan menawar apalagi bila membeli banyak. Beberapa makanan khas seperti oncom goreng dan tempe goreng biasanya laris dibeli pembeli.
Dulu biasanya saya membeli peuyeum burandul (tape gantung) yang rasanya manis di kawasan ini. Tapi belakangan agak susah mencaronya. Orang lebih banyak mencari oleh-oleh makanan yang lebih tahan lama.

Pasar Basah

Pasar Baru Bandung

Kios di pasar basah Pasar Baru. (Foto: Benny Rhamdani)

Di lantai dasar Pasar Baru terdapat sisa-sisa kejayaan Pasar Baru lama. Ya, dulunya Pasar Baru adalah pasar tardisional yang tentu saja basah dan lebih banyak menjual sembako. Sekarang hanya tersisa di lantai dasar. Dan buat saya tetap menarik didatangi.

Di sini, selain sembako, kita bisa membeli buah-buahan segar yang lebih murah ketimbang di supermarket. Misalnya pisang dan papaya. Ada juga kios untuk kepentingan upacara agama/adat yang menjual gerabah, daun kelapa sampai kemenyan.

Di area pasar tradisional ini juga terdapat kedai-kedai nasi tepat di bawah tangga turun sebelah utara. Sajiannya tentu saja menu khas Sunda. Jika datang skitar pukul delapan pagi, akan tercium aneka aroma masakan sunda sedang dimasak.

Tanah Abang

Pasar Baru Bandung

Aneka jenis busana tersedia lengkap. (Foto: Benny Rhamdani)

Mausk ke dalam Pasar Baru saya teringat suasana pasar Tanah Abang. Aneka kebutuhan tersedia lengkap. Meskipun ada lantai-lantai tertentu menjual barang khusus (pakaian muslim, batik, aksesoris) tetap saja semuanya berbaur alias nyampur.

Di hari biasa kepadatan Pasar Baru bagian dalam bisa dimaklumi, tapi akhir pekan, apalagi menjelang hari Lebaran, jangan diharap bisa berjalan dengan nyaman. Tapi banyak orang tetap memilih belanja di Pasar Baru karena berbagai alasan.

Pertama, barangnya lebih komplet. JIka tidak ada di satu kios, bisa ditemukan di kios lainnya. Baik barang baru maupun yang sudah habis stok di pasar lainnya.

Kedua, banyak pilihan. Saat datang ke sini, orang bisa membandingkan-bandingkan harga, model dan wrana saat memebli pakaian, maianan, dan lainnya.

Ketiga, harga lebih murah dibandingkan di beberapa tempat perbelanjaan lainya di Bandung. Bahkan banyak penjual yang mengambil dari Pasar Baru. Harga akan jatuh lebih murah lagi bila membeli dalam jumlah banyak dan pandai menawar harga.

Tempat Makan

Pasar Baru Bandung

Kedai Makan di lantai enam, lumayan komplet. (Foto: Beny Rhamdani)

Di lantai enam terdapat pusat jajan serba ada yang menyediakan makanan Asia, Eropa dan Amerika. Pokoknyakomplet tapi tidak mahal. Salah satu favorit saya adalah kedai cane dan India Food. Kedai ini menyediakan makanan khas India Utara dan harganya di bawah restoran saya biasa datangi.

Pasar Baru Bandung

Menicicpi roti cane dan kari. (Foto: Benny Rhamdani)

Belum lama ini saya makan care kari, teh India, dan gulab jamun hanya habis sekitar Rp30.000. dan rasanya nggak terlalu mengecwakan. Pokoknya tetap terasa masakan Indianya.

Tentu saja masakan Sunda juga tersedia. Jadi silakan piliha dan nimkati makanannya setelah beres belanja, sambil istirahat melemaskan kaki.

Obat Tradisional

Pasar Baru Bandung

Toko herbal Babah Kuya yang terkenal. (Foto: Benny Rhamdani)

Di sebelah selatan Pasar Baru terdapat kios obat tradisional yang sangat terkenal bernama Babah Kuya. Semua herbal untuk segala macam penyakit dijual di sini. Bahkan bumbu rempah yang sulit di cari (biasanya makanan China atau India) bisa ditemukan di sini.

Ada dua kios Babah Kuya saat ini. Keduanya sama saja meskipun ada yang mengklaim salah satunya yang asli. Biasalah, perpesahan bisnis keluarga. Yang penting herbal yang dijual nggak palsu.

Pasar Baru Bandung

Bahan herbal untuk aneka penyakit. (Foto: Benny Rhamdani)

Jika tidak tahu jenis herbal yang akan dibeli, staf maupun pemilik kios Babah Kuya akan member konsultasi gratis untuk penyakit yang kita punya. Asyik kan? Apalagi harganya lebih murah daripada obat-obat kimia. Saya sendiri ke sana datang untuk membeli daun sirsak dan daun mimba.

Nah, beres sudah belanja kita di Pasar Baru. Pesan saya hanya dua. Datanglah pagi pukul delapan agar lebih leluasa memilih barang, dan hati-hati copet!

Pasar Baru, Tempat Belanja Favorit Warga Bandung dan Malaysia
5 (100%) 1 vote
(Visited 1,183 times, 1 visits today)


About

A lifestyle blogger lives in Bandung


'Pasar Baru, Tempat Belanja Favorit Warga Bandung dan Malaysia' have 9 comments

  1. 10/28/2015 @ 2:53 am noniq

    Selalu seru kalo ke Pasar Baru, mulai dari membebaskan mata jelalatan sampe olahraga kaki, sampe adu nawar, haisss…

    Reply

  2. 10/28/2015 @ 5:36 pm Rinrin Irma Rahmawati

    Aduh… udah lama pisan gak ke Pasar Baru.. padahal baru aja pas puasa kemarin beli mukena buat jualan di Pasar Baru hihihi

    Reply

  3. 10/30/2015 @ 8:58 pm Nia Haryanto

    Iya, aku ge terakhir ke sana 6 bulan lalu. Beli jamu buat bapak ke babah kuya. Bapak meninggal, gak pernah ke sana lagi deh 🙁

    Reply

  4. 11/01/2015 @ 8:59 am Nathalia Diana Pitaloka

    sering ke sana, tp ga pernah berani sendiri, asa luas bgt, takut nyasar :))

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloBandungku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool