Kampung Kreatif Dago

Mural Augmented Reality Akan Hadir Di Kampung Kreatif Dago Pojok Bandung

Bagaimana jika Agumented Reality diterapkan pada mural di sebuah kampung? Pasti asyik dong. Setiap tembok rumah seakan bisa bercerita dan berbicara kepada yang lewat di depannya. Tembok tidak bisu lagi. Mereka bercahaya dan berbicara tentang sejarah kampung dan keunikannya.

Setahu saya teknologi Augmented Reality baru dipakai oleh beberapa perusahaan besar sebagai bahan promosinya. Sekarang teknologi itu diterapkan pada Mural atau lukisan dinding, di pojokan Kota Bandung yang hingar bingar. Di Kampung Wisata Kreatif Dago Pojok.

Kampung Kreatif Dago

Gambar 3D AR pada aplikasi kartu (sumber : Octagon)

Augmented Reality (AR) atau dalam bahasa Indonesia Realitas tertambah adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata.

Proyek menarik ini memang masih harus ditunggu hingga Desember mendatang. Namun saya sudah merasakan sensasi menjelajahi lorong-lorong sempit kampung ini.

Dan itulah yang akan didapatkan dari Kampung Wisata Kreatif Dago Pojok. Sebuah pengalaman baru yang tertambah saat kita datang dan bersentuhan dengan aura kreatif kampung ini. Menurut Kang Rahmat Jabaril, pemrakarsa Kampung Wisata Kreatif ini, kreatifitas bisa lahir dari perenungan atau kebutuhan. Seperti orang yang kepepet tidak bisa makan akhirnya kreatif menciptakan bahan panganan dari hal yang tak terduga.

Kampung Kreatif Dago

Ibu-ibu yang bercengkrama di ujung jalan

Banyak ide dari kaum bawah ini yang kemudian “dicuri” oleh kapitalis dan kemudian menjadi booming. Seperti panganan seblak, cireng dan cilok yang asalnya camilan dari kaum bawah sekarang dibawa masuk ke hotel-hotel.

Masih menurut Kang Rahmat, orang yang tinggal di kampong ini berbeda spiritnya dengan yang ada di komplek perumahan. Jika diperumahan, konsep ruang sudah dibatasi, namun di Dago Pojok, merekalah penguasa waktu dan ruang. Ruang bisa berubah sesuai kebutuhan.

Kampung Kreatif Dago

Rahmat Jabaril, penggagas Kampung Wisata Kreatif Dago Pojok

Saat rumah perlu perluasan karena pertambahan jiwa, maka akan diperluas. Kalau tak bisa diperluas karena sempitnya lahan, maka mereka akan menaikkannya. Walau secara site engineer dan arsitektural itu tidak baik, namun itulah kreatifitas menyiasati ruang yang semestinya dijaga. Bertambah dan bertumbuh begitulah hidup.

Mural Augmented Reality, nantinya menjadi salah satu ikon pelengkap dari kampung wisata unik ini. Kampung wisata Dago Pojok juga menawarkan berbagai produk kreativitas dari warga kampung. Mural warna-warni dengan berbagai tema, ikut mewarnai obrolan ibu-ibu di ujung gang. Ada juga berbagai karya seni hasil karya kolaborasi antara para seniman dengan warga lokal.

Tidak sedikit warga di kampung ini yang juga menggeluti berbagai kesenian khas Pasundan seperti tari jaipong, wayang, reog, gondang, kacapi suling, celempungan, tarawangsa, serta pencak silat. Bahkan menurut Ikro, di sinilah pusat kesenian bela diri di Bandung.

Kampung Kreatif DagoSuasana kebersamaan warga khas kampung, sangat menarik untuk disimak. Para pemuda bekerja sukarela membangun kampungnya. Selain itu, pemandangan alam di sekitar Kampung Kreatif Dago Pojok juga tak kalah menarik. Ada bentangan sawah luas, aliran sungai, serta air terjun Curug Dago.

Menurut Ikro, yang ikut me-rebranding kampung ini mengatakan bahwa sekarang sudah dibuat souvenir khas dari warga yang siap dipasarkan. Bagi yang ingin menikmati Kampung Wisata ini, Ikro juga mengagas “Open Trip” pada hari sabtu setiap pekannya. Harganya juga murah, hanya Rp. 25.000. Ada juga program homestay bagi pengunjung yang mau menginap. Murah juga kok penginapannya.

Curug Dago

Curug Dago dan Patilasan Raja Thailand

Dalam Open Trip, pengunjung akan diajak untuk menyaksikan langsung anak-anak Kampung Kreatif Dago Pojok berlatih berbagai macam kesenian dan menyaksikan bentang alamnya yang indah. Setelah lelah berkeliling, warga kampung menyediakan santapan berupa nasi liwet sederhana untuk dinikmati bersama-sama. Asyik lho ngobrol sama mereka.

Bagi yang ingin berkunjung ke Kampung Wisata Kreatif Dago Pojok tinggal mengarahkan kendaraanya ke arah terminal Dago. Masuklah ke jalan Dago Pojok yang tepat berada di depan Hotel Sheraton. Teruslah berjalan hingga kulreb 1 km. Hentikan mobil di depan sebuah rumah dengan patung di dalamnya. Anda sudah sampai di Kampung Wisata Dago Pojok.

Untuk informasi mengenai “Open Trip” serta kegiatan-kegiatan lainnya seperti workshop seni dan festival, follow Kampung Kreatif Dago Pojok di akun Instagram @kampungkreatif atau hubungi Hani di 087824634447

Kampung Kreatif Dago

karya instalasi kolaborasi warga Dago Pojok

Kampung Kreatif Dago

karya mural seniman Prancis

Mural Augmented Reality Akan Hadir Di Kampung Kreatif Dago Pojok Bandung
5 (100%) 2 votes
(Visited 641 times, 1 visits today)



'Mural Augmented Reality Akan Hadir Di Kampung Kreatif Dago Pojok Bandung' have 3 comments

  1. 11/06/2015 @ 7:54 pm Nia Haryanto

    Belom augmented aja udah keren. Gak kebayang kalo beneran terealisasi. Pengen deh ke situ….

    Reply

  2. 11/07/2015 @ 3:51 pm Nathalia Diana Pitaloka

    keren banget…

    Reply

  3. 11/11/2015 @ 4:10 pm Benny Rhamdani

    pengen ke sana

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloBandungku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool