Kupat Tahu Gempol

Kuliner Hits Kupat Tahu dan Roti Bakar Gempol Bandung

Sebenarnya yang saya suka datang ke kawasan Gempol Bandung adalah keunikan tata lingkungannya. Gempol seperti sebuah perkampungan kecil di kawasan elit dengan rumah-rumah besar dan penuh pepohonan. Sementara di Gempol sesak dan rumah-rumah kecil yang langsung menuju jalanan. Hebatnya, di sinilah berdiri kuliner Bandung yang sangat terkenal dan legendaris, yakni Roti Gempol dan Kupat tahu Gempol.

Kupat Tahu Gempol

Kupat Tahu Gempol

Kupat Tahu Gempol yang endeusss. (Foto. Benny Rhamdani)

Keterlaluan kalau belum pernah mencicipi kupat tahu Gempol yang berdiri sejak 1975. Dan memang saya sangat telat bertandang ke sana. Masa setelah lebih dari sepuluh tahun di Bandung baru ke sana bulan lalu.

Letak Kupat Tahu Gempol tak jauh dari Gadung Sate. Lurus ke arah jalan Trunojoyo, lalu di persimpangan belok ke kiri, lalu jalan lurus sambil lihat sisi kiri. Tak sampai 100 meter akan bertemu Jalan Gempol, dan beloklah. Di pertigaan jalan nanti akan bertemu langsung Kupat Tahu Gempol.

Jalan di depannya agak sempit. Apalagi kalau parkir mepet-mepet di pinggir jalan. Kalau mau santai sih bisa aja parkir agak jauh sebelum belok Jalan Gempol.

Kupat tahu adalah makanan sarapan khas masyarakat Jawa Barat, dan bisa ditemukan di berbagai pelosok. Yang sohor biasanya jenis kupat tahu pdalarang dan Singaparna. Tapi kupat tahu Gempol ini juga sohor, malah sampai ke negeri jiran.

Biasanya yang beli memang bermobil. Harganya juga di atas rata-rata kupat tahu lainnya. Wajar aja sih, penampilannya beda. Pertama kupat (ketupat)nya pas, tidak terlalu padat tapi juga tidak terlalu lembut. Tahunya, jelas kualitas nomor satu karena diambil dari Cibuntu langsung yang memang ngetop. Kerupuknya juga beda dengan kupat tahu lainnya. Dan yang paling juara adalah kuahnya.

Porsi kupat tahu di sini juga terbilang pas, tidak terlalu bikin kekenyangan untuk ukuran saya. Tapi kalau kurang, silakan nambah.

Kupat Tahu Gempol buka sejak pukul enam pagi. Dan biasanya sudah ramai sejak buka. Terutama akhir pekan. Walaupun harus antre, nggak menyesal kok, karena terbayar dengan kelezatannya. Oh iya, karena tempat makannya terbatas, kebanyakan menyantap di mobil, ada juga yang lebih suka membungkusnya dan makan di rumah.

Roti Bakar Gempol

Roti Bakar Gempol

Roti Bakar Gempol bikin nagih. (Foto. Benny Rhamdani)

Untuk yang belum pernah ke kawasan ini, sebaiknya jangan terkecoh mencari roti yang berdiri sejak 1958 ini. Pasalnya, di bagian depan juga ada toko roti. Bila kita bertanya ke tukang parkir, kadang diarahkan ke sana.

Satu lagi, karena akses jalan ke Roti Gempol sempit untuk dilalui mobil, ada baiknya parkir di sekitar Jalan Tirtayasa, lalu jalan kaki sekitar 75 meter. Anggap saja pemanasan sambil membakar kalori yang nanti akan diisi ulang. Karena kurang nyaman diakses mobil, biasanya yang datang ke kedai Roti Gempol adalah para biker.

Seperti halnya pagi saat saya datang. Sejumlah biker sedang menikmati roti bakar hingga ke pingggir jalan. Di dalamnya yang yang tak seberapa luas sudah disesaki muda-mudi sehabis jogging. Untunglah saya masih mendapat tempat duduk.

Saat tiba di kedai, kita akan diminta menuliskan orderan. Kebanyakan yang mampir memesan roti bakar. Selainya beranekarasa. Saya paling suka yang campur aduk manis. Karena sensasi mengejutkan saat menggigit roti bakar campur-campur adalah kenikmatan tersendiri.

Untuk jenis rotinya juga bisa memilih, antara roti gandum dan roti biasa. Tentu saja yang gandum
lebih premium. Bagi yang suka asin, bisa juga memesan dengan campuran telur atau keju. Suka-suka saja. Selain roti bakar juga tersedia penganan roti isi lainnya.

Proses pembuatan roti bakar

Proses pembuatan roti bakar. (Foto. Benny Rhamdani)

Untuk minuman, tersedia beraneka pilihan. Tapi saya paling suka minum dengan teh. Bagi beberapa orang, makan roti bakar paling asyik dengan kopi susu. Ya, silakan saja.

Rasanya tak sabar menunggu roti bakar pesanan datang. Apalagi aroma pembakaran langsung tercium karena berada di dekat tempat duduk. Dan benar saja, begitu sepotong roti masuk ke lidah saya … voila! Menggetarkan rongga mulut saya sehingga tak sabar memasukkan potongan roti bakar berikutnya.

Oh iya, Sebaiknya datang ke Roti Gempol datang bersama-sama, karena hitungan harganya jadi lebih murah. Saya yang datang berempat saja hanya mengabiskan tak sampai rp50.000 untuk roti bakar dan teh hangat. Lagian, lebih seru sarapan roti bakar rame-rame.

Saat saya makan, tak sedikit pelanggan yang membawa pulang ke rumah roti bakarnya. Buat saya sih, makan di kedainya, apalagi selagi rotinya hangat dan tehnya juga hangat. Mantap pisan, euy.

Kalau yang takut kangen dengan Roti Gempol, di sini juga dijual selai yang biasa mereka pakai.

Nah, mau pilih yang mana?

Kuliner Hits Kupat Tahu dan Roti Bakar Gempol Bandung
5 (100%) 1 vote
(Visited 370 times, 1 visits today)


About

A lifestyle blogger lives in Bandung


'Kuliner Hits Kupat Tahu dan Roti Bakar Gempol Bandung' have 12 comments

  1. 10/15/2015 @ 3:30 pm Bibi Titi Teliti

    Duh, saya juga belum pernah makan kupat tahunya kang, terlihat menggiurkan sekali sih :))

    Harus dicoba pisan ini mah…hayuk atuh, capcuus hehe…

    Reply

  2. 10/16/2015 @ 10:56 am Nathalia Diana Pitaloka

    rotinya mah udah pernah, sering dibawain sama ibu… klo kupatnya blum pernah nyoba…
    di gempol bnyk warung2 mkn jg yg enak tp murah pisan 😀

    Reply

    • 11/04/2015 @ 4:47 pm Benny Rhamdani

      iya marurah warung makannya… padahal beberapa meter dari sana udah resto2 mahal

      Reply

  3. 10/16/2015 @ 12:12 pm Evi Sri Rezeki

    Roti gempol ini emang enak banget ^^b

    Reply

  4. 10/16/2015 @ 1:58 pm Rinrin Irma Rahmawati

    belum nyobain nih, rotinya katanya hits banget ya…

    Reply

  5. 10/16/2015 @ 10:07 pm Euis Sri Nurhasanah

    Duh, aku keterlaluan dong, belum pernah nyoba :D. Malah tempatnya juga deket padahal. Kapan2 jalan2 nyari kupat tahu gempol ah…

    Reply

  6. 10/20/2015 @ 6:33 pm prima hapsari

    Jadi penasaran, kayak apa sih rasanya roti bakarnya, pasti yummy . Klo ke Bandung nyobain ah

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloBandungku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool