Desa Wisata Manglayang

Desa Wisata Manglayang Cinunuk, Harta Karun di Sudut Bandung

Desa Wisata Manglayang Cinunuk, Harta Karun di Sudut Bandung – Acapkali, dahulu ketika banyak sahabat bertanya di mana tempat tinggal saya, dengan malu-malu saya selalu menjawab, “Ah, saya mah di gunung tinggalnya. Jauuh, dari kota. Bandung coret alias Bandung Sonoan Dikit!”

Tapi itu dulu, ketika saya baru saja pindah ke sebuah pemukiman yang terletak di kaki gunung Manglayang, nun jauh di Cinunuk, sebuah sudut paling timur di kota Bandung. Itu dulu, ketika mata saya masih tertutup dan hanya tahu bahwa destinasi seru untuk jalan-jalan di kota ini cuma ada di Bandung Utara, Bandung Barat, di kota yang penuh mall dan beragam makanan enak, di tempat-tempat wisata yang nyaris tiap hari dipadati pengunjung.

Ternyata, beberapa tahun belakangan ini, saya baru menyadari, bahwa tanah tempat saya berpijak, bumi tempat saya berteduh, menyimpan kekayaan seni yang luar biasa keren. Letak pusat harta karun itu nyatanya hanya sejarak nyaris sekian kilometer dari tempat tinggal saya. Lebih tepatnya, berada tepat di desa tetangga. Perkenalan pertama saya dengan kampung yang unik ini berawal dari seseorang yang nyaris setiap hari mampir ke rumah entah siang atau malam hari, sekadar untuk duduk dan bercakap tentang segala hal dengan keluarga saya. Kami memanggilnya dengan sebutan Abah. profesinya sehari-hari hanyalah seorang “Panyawah”, yaitu orang yang menggarap sawah milik orang lain. Namun, ketika pekerjaannya di sawah sudah selesai, Abah bersalin rupa menjadi seorang seniman sunda yang luar biasa. Kepiawaiannya dalam memetik senar-senar kecapi menghasilkan nada-nada yang sungguh luar biasa. Belum lagi jika ia sudah menembang bahasa sunda dengan suaranya yang mendayu-dayu. Saya dan keluarga biasanya akan merem melek menghayati keindahan itu.

Sempat kami mengajaknya mengobrol beberapa tahun lalu. Abah bilang, di kampungnya, semua orang bisa memainkan banyak alat seni khas sunda. Setiap pulang kerja, masyarakat di kampungnya akan berlatih memainkan alat musik tradisional, berlatih mementaskan kesenian yang akan dipentaskan seminggu dua kali di kampungnya, juga ada yang bernyanyi kawih.

Wuiih, penasaran setengah mati jadinya.

Yuppzzz, mungkin sama seperti saya, banyak diantara teman-teman semua yang sama sekali belum pernah mendengar nama Desa Wisata Manglayang Cinunuk, bukan? Desa Seni dan Wisata Manglayang, Bukit Cinunuk Indah, Jalan Cijambe, Kampung Ciborelang  No. 52, RT 4, RW 9, Desa Cinunuk Kecamatan Cileunyi, begitulah lengkapnya nama “Surga Dunia” yang saya maksud. Tempat wisata ini memang cukup jauh dari pusat kota. Berada di sebelah timur Kota Bandung, satu kilometer dari Jalan Cijambe yang bisa diakses dari Jalan Raya Cinunuk.

Desa Wisata Manglayang

Desa Seni dan Wisata Manglayang (Foto Courtessy of Detik.com)

Desa Seni dan Wisata Manglayang ini didirikan dan dikelola oleh Pak Kawi, seorang Dosen Seni Tari di STSI Bandung. Saking penasarannya, saya beberapa tahun lalu tepatnya tahun 2012 saya pernah mengunjungi kampung ini, dan memang dibuat terpesona oleh tempat yang unik ini. Sayang sekali, musibah kecopetan yang saya alami di jalan raya, membuat semua dokumentasi dari hasil kunjungan saya itu lenyap tak bersisa.

Menurut data yang saya intip di akun Twitter @Deswiscinunuk, Kampung atau Desa Wisata Cinunuk ini menyimpan kekayaan berupa 23 tradisi, 36 seni tradisional, dan 500 permainan khas Indonesia terutama Sunda. Woww, nggak heran kalau Desa Wisata yang diresmikan pada tahun 2007 silam oleh Gubernur Jawa Barat masa itu, Danny Setiawan, sempat menyabet REKOR MURI untuk permainan tradisional terbanyak.

 

Desa Wisata Manglayang

Celempungan di Desa Wisata Cinunuk (Foto @Deswiscinunuk)

Di tempat seluas kurang lebih 1,8 hektar ini, kita akan diajak menyelami suasana tradisional khas Bandung khususnya Sunda. Ada banyak saung di desa ini yang memiliki fungsi berbeda-beda. Misalnya, Saung Kamonesan yang digunakan untuk menyimpan wayang golek dan beragam topeng tradisional. Saung Wreti, yang berfungsi untuk menyimpan beragam perabotan rumah tangga tradisional seperti caping, boboko, kentongan, gentong, dan lain sebagainya. Ada pula Saung Binangkit yang bentuknya seperti semacam teras yang dapat kita pakai untuk duduk-duduk santai menikmati pemandangan hamparan padi di sawah yang membentang di desa itu. Tak pula, ada Saung Tamba Hanaang, yang bisa jadi tempat kita melepas haus dan lapar ketika berada di sini, dengan mencicipi makanan-makanan khas tradisional Sunda seperti Bengkerok, Keripik Singkong, Ranginang, dan Peuyeum.

Setiap minggunya tepatnya di malam minggu, kita bisa menikmati sajian pertunjukkan seni budaya sunda yang berbeda-beda. Biasanya di minggu pertama, akan ada pertunjukan wayang golek sementara di minggu kedua, ketiga dan seterusnya, ada Seni Benjang, Seni Ketuk Tilu, Seni tradisional lain yang lebih modern misalnya seperti Pop Sunda. Selain itu, kita dan anak-anak kita juga bisa “seseruan” menjajal beragam permainan khas yang ada di sana, semisal egrang, bedil-bedilan, gasing, karet gelang, sorodot gaplok, bebelotakan, pokoknya .. Seru We!

Desa Wisata Manglayang

Pertunjukan Wayang Golek (Foto Yukpegi.com)

Untuk bisa menikmati pertunjukan seni dan mempelajari kesenian tradisional lainnya yang ada di sana, kita bisa melakukan trip rombongan, yang akan dikenakan biaya Rp. 2.000.000 per kunjungan tanpa dibatasi jumlah pesertanya. Sementara, jika hanya ingin datang, duduk, dan melihat-lihat serta menikmati pemandangan di sana, siapapun boleh mampir secara GRATIS.

Sebenarnya, lokasi Desa ini mudah untuk diakses. Bagi para traveller yang berasal dari luar kota, bisa masuk ke kota Bandung lewat pintu tol Cileunyi, kemudian mengambil arah menuju Cicaheum. Ketika tiba di daerah Cinunuk, tinggal berbelok ke kanan ke arah jalan Cijambe dan naik terus hingga tiba di Kampung Cibolerang, Desa Cinunuk. Meski dekat, tapi akses jalannya memang nggak terlalu bagus alias agak rusak dan berkelok-kelok, jadi siapkan perbekalan, dan bersabarlah hingga tiba di lokasi.

Oh ya, bagi teman-teman yang ingin berkunjung ke Desa Seni dan Wisata yang unik ini, bisa menginap di banyak hotel yang berada tak jauh dari lokasi. Gampangnya, tinggal booking aja ya di ezytravel. Rumah saya, terletak tak jauh dari Desa Cinunuk ini, tepatnya bertetangga dengan jalan Cijambe, yaitu di Jalan Ciguruwik. Jangan lupa kontak-kontakan yaa …

Desa Wisata Manglayang Cinunuk, Harta Karun di Sudut Bandung
5 (100%) 1 vote
(Visited 924 times, 1 visits today)


About

| Creative Writer | Buzzer | Blogger | Contributor Web | Editor | Workshop & Training | Social Worker | Backpacker |


'Desa Wisata Manglayang Cinunuk, Harta Karun di Sudut Bandung' have 6 comments

  1. 10/16/2015 @ 3:23 pm Evi Sri Rezeki

    Huaaa mau ke sini, mau lihat peninggalan Sunda 🙂

    Reply

    • 10/16/2015 @ 4:23 pm Lygia Nostalina

      AYoooo, kita ke sini rombongan yuk, sekalian belajar dari yang masih aktif. kalau ke museum kan kebanyakan sudah peninggalan masa lalu. kalau ini kita masih bisa lihat langsung …

      Reply

  2. 10/16/2015 @ 4:38 pm Nia Haryanto

    Baru tahu kalo ada desa wisata kayak begini. Keren ya, melestarikan budaya. Kali-kali pengen deh ke sini…

    Reply

  3. 10/16/2015 @ 7:21 pm Euis Sri Nurhasanah

    Wah, jadi pengen main kesana. Penasaran sama aneka kesenian tradisional sunda.

    Reply

  4. 10/17/2015 @ 5:03 pm Zahra Rabbiradlia

    Ih teteh aku baru tauuu ada desa seni di Manglayang. Aku tahunya tempat outbond aja di sana teh…

    Reply

  5. 10/18/2015 @ 9:56 am Nathalia Diana Pitaloka

    hwaa seru banget… orang tua saya pasti suka klo diajak ksini…

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloBandungku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool