Jalan Braga

Braga, Bandung, dan Parijs van Java

Masih banyak destinasi wisata kota di Bandung yang patut dikunjungi. Salah satunya adalah Jalan Braga yang namanya sudah dikenal semenjak zaman Hindia-Belanda. Lokasi yang berada pada garis lintang -6.918 dan garis bujur 107.609 memiliki ceritanya sendiri. Bagi orang Bandung sendiri (e.g. saya), kawasan ini memberikan kesan yang berbeda.

Jalan Braga

Jalan Braga Bandung

Pada zaman kolonial Hindia-Belanda, ada seorang Preangerplanter (Tuan Kebun Priangan), yaitu Andries De Wilde, memiliki perkebunan mencakup hampir seluruh Bandung Utara, membentang dari Jalan Raya Pos di selatan hingga kaki gunung Tangkuban Perahu di utara, dan Jatinangor di timur hingga Cimahi di barat. Ia memiliki sebuah gudang kopi di lokasi yang saat ini sudah menjadi Balai Kota Bandung. Untuk memudahkan distribusi hasil perkebunan kopinya, ia membutuhkan jalur baru.

Jalan setapak yang konon sudah ada sejak lama ini berangsur-angsur dibangun menjadi sebuah jalur distribusi yang bisa dilewati oleh pedati. Dikarenakan populernya jalur baru ini orang-orang menamainya ‘Jalan Pedati’ atau dalam bahasa Belanda ‘Karrenweg’ yang kemudian dalam berbagai versi berubah menjadi ‘Bragaweg’ atau ‘Jalan Braga’.

Jalan Braga

COLLECTIE_TROPENMUSEUM De Bragaweg. TMnr 60007862 – (id[dot]wikipedia[dot]org)

Layaknya Batavia yang mendapat julukan Venetie van Java, Bandung pun memiliki sebuah julukan yang sering kita dengar namun cenderung keliru dalam pengejeaannya, Parijs van Java. Pada masa itu, Bandung tidak hanya dikenal dengan keindahannya saja, konotasi negatif terhadap kota ini banyak juga. Pada tahun 1914, maraknya prostitusi di kota Bandung telah menjadi sorotan tersendiri yang mengikis nilai sanjungan kepada kota ini. Yang membuat perhimpunan warga Bandung menganjurkan turis-turis yang datang untuk selalu membawa istri, dan lahirnya istilah Kota Kembang.

Namun pembangunan yang gencar dilakukan di Jalan Braga seolah mengembalikan image dari kota Bandung sendiri. Tahun 1920 menjadi pertanda berdirinya toko-toko bergaya Eropa di jalan ini. Pada masa keemasanya banyak barang-barang impor berkualitas yang dijajakan toko-toko di kawasan Braga.

Jalur pendek ini, menyajikan berbagai macam kuliner, mulai dari kafe yang menyajikan kue dan es krim, hingga restoran berkelas yang memiliki cita rasa Eropa. Tidak hanya itu saja produk fashion terbaru dari Paris, Salon-salon berkelas, mobil keluaran terbaru hingga Societeit paling terkemuka ada di sini.

De meest Europesche winkelstraat van Indie begitu sebutan Braga pada masa keemasanya yang diartikan sebagai jalan pertokoan yang paling memiliki nuansa Eropa di seluruh Hindia. Mengutip Peter Hutton dalam bukunya Guide to Java, jalan Braga merupakan Rue de la Paix-nya Bandung.

Jalan Braga

Pergantian kepemerintahan kolonial Hindia Belanda ke NKRI tidak mengubah konsep yang diusung oleh jalan Braga. Saat ini kita masih dapat menikmati hiburan gaya Eropa di Braga. Arsitektur bangunan di jalan ini masih dijaga, bahkan beberapa toko-toko baru yang bermunculan pun masih mengedepankan gaya visual Eropa di setiap bangunannya.

Gedung Societeit Concordia yang sekarang sudah beralih fungsi menjadi Museum Asia Afrika, dan Apotik Kimia Farma beserta jajaran bangunanya masih sarat arsitektur Eropa. Dikarenakan jalan Braga yang relatif tidak terlalu panjang, kita dapat memarkirkan kendaraan kita dan berjalan menyusuri jalan ini sambil berfoto ala bangsawan Eropa.

Jalan Braga

Braga di malam Hari

Lapar pun tidak menjadi masalah, karena banyak toko makanan di sepanjang jalan Braga, mulai dari makanan siap saji, hingga restoran berkelas. Dan apabila masih kuat berjalan, Anda masih dapat mampir ke Braga City Walk, sebuah mall yang menggabungkan konsep outdoor dan indoor. Seraya berjalan Anda juga dapat menemui banyak hasil kreativitas seniman Bandung baik dalam bentuk lukisan, pahatan, dan jahitan. Braga saat ini pun merupakan tempat yang wajib Anda singgahi apabila datang ke Bandung.

Braga, Bandung, dan Parijs van Java
5 (100%) 1 vote
(Visited 226 times, 1 visits today)


About

I'm a simple man. I see travel destinations, i press like.


'Braga, Bandung, dan Parijs van Java' have 8 comments

  1. 10/15/2015 @ 9:39 am Nathalia Diana Pitaloka

    waktu foto prewed, salah satu lokasinya di sini hehehe…

    Reply

    • 10/17/2015 @ 7:42 pm izna

      Yang dibawah kanopi hijau bukan teh?

      Reply

      • 12/17/2016 @ 4:50 am Eldora

        Thanks guys, I just about lost it looikng for this.

        Reply

  2. 10/16/2015 @ 12:11 pm Evi Sri Rezeki

    Braga memang keren, bisa mempertahankan suasana sejarahnya 🙂

    Reply

    • 12/17/2016 @ 2:28 am Stormy

      Super extecid to see more of this kind of stuff online.

      Reply

  3. 10/16/2015 @ 4:54 pm Nia Haryanto

    Braga memang selalu penuh cerita…

    Reply

    • 10/17/2015 @ 7:45 pm izna

      Iyh teh, gak pernah habis ceritanya 🙂

      Reply

  4. 10/28/2015 @ 2:42 am noniq

    Braga harusnya dikhususkan pejalan kaki aja, sayang banget mau foto-foto di area pedestrian dan pavingnya tapi kudu rebutan sama mobil dan motor.. Hehehe… #obsesi-narsis

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloBandungku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool