Batu Kuda

Batu Kuda: Wanawisata Alternatif di Bandung Timur

Batu Kuda, Wana Wisata Alternatif di Bandung Timur – Ada yang sudah pesan tiket pesawat untuk liburan ke Bandung? Atau bahkan sudah booking kamar hotel dan berencana menghabiskan waktu di kota Paris van Java ini? Nggak ada salahnya, bagi kamu-kamu yang ingin mencicipi sudut lain kota Bandung untuk mampir ke bagian Timur kota Bandung. Di sana ada sebuah wanawisata yang mungkin bakal jadi destinasi liburan favorit kamu kalau lain kali mampir ke Bandung kembali.

Bagi sebagian besar wisatawan yang berasal dari luar kota Bandung, mungkin Bandung Timur termasuk daerah yang  tidak diperhitungkan untuk menjadi tempat tujuan wisata mereka. Hello, ada apa sih di Bandung Timur? Macet, Jauh dari pusat kota, nggak ada tempat makan atau jalan-jalan yang lagi happening, nggak ada Mall gede tempat kita bisa cuci mata dan belanja-belanji. Namun, sungguh, Wanawisata Batu Kuda yang terletak di gunung Manglayang, adalah tempat yang sangat indah, terutama bagi mereka yang ingin menjajal tempat-tempat yang tidak mainstream seperti banyak tempat wisata lain di kota Bandung.

Batu Kuda, terletak di wilayah timur tepatnya di atas gunung Manglayang. Untuk mencapai tempat ini, kamu sama sekali nggak perlu bersusah payah. Karena ada beberapa jalur yang bisa diambil untuk menuju sana, sebut saja Ujung Berung, Bunderan Cibiru, Sindang Reret, dan Ciguruwik. Buat yang memakai kendaraan umum, cara untuk bisa sampai di Batu Kuda sangat mudah. Tinggal minta antar ojeg yang biasa manggal di ujung jalan, dan mereka akan mengantar kamu sampai ke Batu Kuda.

Sebelum lebih jauh menceritakan tentang Batu Kuda dan keseruannya menyusuri hutan pinus terutama di senja hari, mungkin ada baiknya kita belajar dulu tentang sejarah, bagaimana tempat ini dinamakan Batu Kuda. Konon, Pada zaman dahulu, ada seorang Raja bernama Prabu Layang Kusuma yang memimpin sebuah kerajaan di Jawa Barat. Prabu Layang Kusuma  memiliki permaisuri Bernama Prabu Layang Sari. Suatu hari, Prabu bersama Permaisuri berkuda melewati Gunung Manglayang. Ketika mereka sampai di puncak gunung, tiba-tiba kuda yang mereka tunggangi jatuh terperosok ke dalam genangan lumpur. Rupanya genangan ini cukup dalam hingga hanya tinggal separuh badan kuda tersebut yang terlihat.

Batu Kuda

Situs Batu Kuda (Sumber: Reservasi[dot]com)

Saat itulah terjadi keanehan. Tubuh kuda yang tinggal separuh mendadak berubah membeku menjadi batu. So, nggak mungkin dong Prabu, Permaisuri dan para pengawalnya meneruskan perjalanan. Secara, kuda itulah kendaraan satu-satunya bagi Prabu. Mau nggak mau, mereka harus menghentikan perjalanan. Prabu pun mencoba melihat-melihat ke sekeliling dan menyadari bahwa tempat tersebut rupanya sangat cocok untuk dijadikan tempat bertapa. Hal tersebut akhirnya membuat Prabu akhirnya memutuskan untuk membangun tempat peristirahatan yang letaknya nggak begitu jauh dari tempat terperosok kuda kesayangannya. Di sanalah akhirnya Prabu bertapa hingga akhir hayatnya ditemani oleh permaisuri dan para pengawalnya. Prabu dimakamkan di tempat yang sama dan hingga saat ini makamnya dianggap keramat dan ramai dikunjungi oleh para peziarah baik dari dalam maupun luar kota Bandung.

Situs Batu Kuda, adalah salah satu “Pintu Masuk” jalur pendakian gunung Manglayang dan menjadi salah satu dari empat jalur pendakian menuju puncak Manglayang selain Bumi Perkemahan (Kiara Payung), Palintang (Ujung Berung), dan Baru Beureum (Jatinangor).  Gunung Manglayang sendiri – yang konon sempat disebut juga dalam legenda Sangkuriang yang ngehitz banget- merupakan bagian dari rangkaian empat gunung yaitu Gunung Burangrang, Tangkunan Perahu, Bukit Tunggul, dan Gunung Manglayang. Karena ketinggian Manglayang yang hanya 1.818 meter di atas permukaan air laut, maka gunung ini menjadi gunung terendah di antara keempatnya dan nyaris saja terlupakan di kalangan para pendaki luar kota.

Kali ini, yang ingin saya ceritakan adalah jalur Batu Kuda, di mana jalur pendakian tersebut, juga banyak dikunjungi para wisatawan yang tidak bertujuan untuk mendaki gunung Manglayang namun hanya ingin menikmati keindahan hutan pinus yang luar biasa.

Setelah kamu naik motor atau ojeg sampai ke lokasi Batu Kuda, kamu nggak akan langsung tiba di gerbang. Karena motor hanya bisa berhenti hingga jalan aspal yang mulus itu berakhir. Setelahnya, ada jalanan berbatu yang menanjak. Berjalanlah sekitar 100 meter ke atas, maka kamu akan sampai di gerbang masuk Batu Kuda. Jangan lupa, belilah karcis masuk sebelumnya. Eits, di sana kamu juga bisa berkemah lho! Gimana, seru kan? Tiket masuk dan karcis untuk berkemah di sana harganya sangaaat sangat terjangkau, yaitu kurang dari Rp. 10.000.

Begitu masuk ke lokasi, kamu akan disambut oleh hamparan pepohon pinus yang hijau dan tentunya menyegarkan mata dan jiwa. I-N-D-A-H!

Batu Kuda

Hutan Pinus Batu Kuda (Foto Doc Pribadi)

Penasaran pengin lihat Situs Batu Kuda yang legendaris itu? Silakan berjalan sekitar 700 meter dari pintu masuk, dan kamu akan menemukannya. Sampai saat ini, Batu Kuda itu menjadi wisata unggulan di kawasan Batu Kuda karena banyak orang yang penasaran ingin melihat langsung keberadaan batu yang wujudnya konon menyerupai kuda tersebut. Masih ingat tentang cerita Sang Prabu pemilik kuda yang akhirnya bertapa di sekitar batu dan dimakamkan di tempat yang sama? Sejarah legenda tersebut sangat dipercayai oleh masyarakat setempat, hingga kawasan sekitar batu tersebut hingga kini masih sering digunakan untuk bertapa atau sekadar berziarah. Kalau kamu sedang ada di sana, perhatikan, biasanya di sekitar batu tersebut ada sesajen yang disimpan warga seperti rokok, kopi, dan buah-buahan.

Kalau sudah puas melihat-lihat batu kuda tersebut dan mengabadikannya, kamu bisa berjalan-jalan di tengah hamparan hutan pinus yang asri. Sejauh mata memandang, hanya keindahan belaka yang ada di depan mata. Bagi para pecinta Fotografi, mungkin Batu Kuda bisa menjadi salah satu tempat seru buat hunting foto lho …

Batu Kuda

Tempat Asyik Untuk Berkontemplasi (Foto Doc Pribadi)

Well, capek jalan? Carilah tempat yang nyaman, kemudian kamu bisa “piknik” dan “murag” alias membuka bekal makanan dan minuman yang dibawa, sambil menikmati pemandangan di sana. Bawa bekal sendiri penting lho, karena lokasi Batu Kuda yang cukup jauh dan udara di sana yang masih cukup sejuk dan dingin dijamin bakal bikin perut kamu kelaparan. Tapi jangan khawatir, kalau kamu kebetulan nggak sempat membawa bekal apapun, di sana ada beberapa warung jajanan yang menyediakan minuman hangat dan mie instant.

Nggak jauh dari Batu Kuda, masih di kawasan yang sama, ada pula wisata Batu Karaton yang jaraknya hanya 2,5 kilometer dari gerbang masuk, dan Batu Tumpeng yang jaraknya 2 kilometer. Mau sekaligus mendaki hingga puncak Manglayang? Bisa! Dari gerbang masuk, kamu Cuma perlu mendaki sepanjang 3 kilometer dengan kemiringan berkisar sekitar 40-75 derajat dan nyaris tanpa ada jalur yang mendatar. Jangan lupa, bawalah bekal dan peralatan yang cukup ya ..

Menurut Bapak Entis, salah satu pengelola Batu Kuda, biasanya mereka yang datang ke sana adalah wisatawan yang piknik sambil sekadar jalan-jalan menikmati pemandangan hutan Pinus di Batu Kuda,  muda mudi yang ingin mendaki puncak Manglayang, dan masyarakat yang ingin berziarah ke makam sambil membawa sajen.

Batu Kuda

Senja di Batu Kuda 2 (Foto Doc Pribadi)

Kebetulan, rumah saya terletak di kaki Gunung Manglayang yang jika hendak ke Batu Kuda, saya hanya membutuhkan waktu sekitar sekian menit menggunakan motor. Setiap akhir minggu, dari gerbang perumahan, saya bisa melihat banyak anak-anak muda yang berjalan kaki menuju ke atas, dengan membawa carrier super besar yang saya yakini, pasti mereka ingin mendaki gunung lewat jalur Batu Kuda. Tidak hanya anak-anak muda lokal, tapi bule pun banyak yang penasaran ingin menikmati keindahan gunung Manglayang dan hutan pinusnya yang ada di Batu Kuda.

Are you Ready to be There? Jangan lupa mampir ke rumah saya ya! Akan ada secangkir cokelat panas tersaji di sini. So, tunggu apalagi? Segera pesan tiket pesawat dan booking hotel sekarang juga ke Bandung. Jangan lupa, bookingnya di EzyTravel aja ya!

Batu Kuda

Senja di Batu Kuda 1 (Foto Doc Pribadi)

 

Batu Kuda: Wanawisata Alternatif di Bandung Timur
5 (100%) 1 vote
(Visited 1,875 times, 2 visits today)


About

| Creative Writer | Buzzer | Blogger | Contributor Web | Editor | Workshop & Training | Social Worker | Backpacker |


'Batu Kuda: Wanawisata Alternatif di Bandung Timur' have 5 comments

  1. 10/15/2015 @ 9:41 am Nathalia Diana Pitaloka

    keren banget… saya br tau sekarang loh, duh…

    Reply

  2. 10/16/2015 @ 12:30 am Rahmah

    Teh Lygia, jangan lupa culik saya ke sini kalo aku ke Bandung…

    Reply

  3. 10/16/2015 @ 12:10 pm Evi Sri Rezeki

    Duh pemandangannya bagus banget, Teh 🙂

    Reply

  4. 10/16/2015 @ 4:55 pm Nia Haryanto

    Baru tahu tempat ini. Indaaaah…

    Reply

  5. 10/28/2015 @ 2:40 am noniq

    OMG baru tau, ini pemandangannya dramatis banget yaa… Hahaha memang tepat untuk berkontemplasi kayaknya. On my list, teh

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloBandungku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool