Pipa pesat PLTA Bengkok

5 Tujuan Wisata Favorit di Tahura Bandung

Sebelum dikenal dengan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda Bandung, Hutan ini saya kenal dengan nama Pakar. Dulu-dulu sekali saat saya SD hingga SMP kawasan hutan ini merupakan salah satu arena bermain saya. Keren ya, mainnya saja di hutan. Karena suguhan wisatanya lengkap, maka hutan ini bisa jadi satu paket tour di Bandung yang lengkap.

Hutan ini merupakan kawasan konservasi yang terpadu antara alam sekunder dengan hutan tanaman yang didominasi pohon Pinus (Pinus merkusil). Kawasan yang membentang dari Curug Dago, Dago Pakar sampai Maribaya merupakan bagian dari kelompok hutan Gunung Pulosari, menjadikan Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda sangat baik sebagai lokasi wisata alam dan juga sebagai sarana tempat untuk pengembangan pendidikan lingkungan.

Nah bagi yang sudah bosan dengan kesumpekan kota, bisa menuju ke lokasi TAHURA yang cuma 7 Km dari pusat kota Bandung ke arah utara. Untungnya tempat ini dapat ditempuh oleh semua jenis kendaraan bermotor. Bila memakai kendaraan umum traveler dapat memakai angkot menuju terminal Dago. Dari situ bisa berjalan kaki atau menggunakan ojeg.

Tempat apa saja yang bisa dikunjungi dan menjadi favorit di Hutan ini? Saya akan menuliskannya buat para traveler dan Karena banyaknya tempat favorit yang bisa dikunjungi saya akan membagi tulisan ini menjadi beberapa bagian. Nanti saya akan menulisnya lebih rinci.

 1. Curug Dago

Curug Dago

Curug Dago dan Patilasan Raja Thailand

Jika telah sampai di terminal Dago, turunlah sedikit ke arah Punclut. Sebelum sampai jembatan akan terlihat sebuah plang penunjuk yang menunjukan arah Curug Dago. Ikuti saja petunjuk arahnya atau ikuti gemuruh suara air terjun jatuh.

Sebelum sampai curug penjaga dari TAHURA biasanya sudah ada di situ dan menarik karcis. Harga karcisnya cukup terjangkau dan bisa dipakai dari Curug Dago hingga Tebing Keraton. Artinya jika sudah membeli karcis di sini tidak usah beli karcis lagi ketika masuk ke wilayah TAHURA yang lain. Demikian juga sebaliknya.

Di Curug Dago ini tempat menariknya ya curugnya itu. Sayang karena kondisi yang kotor dan polusi di hulu, keindahan curug ini menjadi sangat ternoda. Keindah Curug itu (dan mungkin ada factor lainnya) yang menyebabkan dua raja Thailand pernah mengunjunginya.

Tidak banyak yang tahu kalau Raja Thailand pernah main ke Bandung, tepatnya di Curug Dago. Entah apa yang dicari oleh sang Raja Thailand saat itu, namun terdapat prasasti yang menjadi bukti kedatangan mereka. Prasasti dua raja Thailan ini sekarang sudah dilindungi oleh dua rumah kecil khas thailand

Saat menuju Curug, berhati-hatilah, karena tangga turun cukup terjal dan licin karena tertimpa oleh hempasan air dari curug atau tetesan dari tebing di atasnya. Tak banyak yang berjualan di Curug Dago, oleh karenanya bagi yang akan main ke curug ini sebaiknya membawa perbekalan lengkap. Tapi ingat, keep your environment clean ya. Jangan nyampah atau merusak kekayaan alam dan sejarah ini.

2. PLTA Pertama di Bandung

PLTA Pertama di Bandung

PLTA Bengkok, yang pertama di Bandung

Setelah menikmati Curug Dago yang memiliki misteri hingga saat ini, langkahkan kaki menuju PLTA Pertama di Bandung (Bahkan Indonesia). Dari Curug Dago jaraknya hampir 1 KM dengan mengikuti jalan kecil di samping aliran Sungai Cikapundung.

Setelah sampai di PLTA, minta izinlah dulu ke Satpam agar tak dicurigai sebagai teroris. Maklum tempat ini termasuk instalasi vital dari zaman Belanda hingga saat ini.

Pada tahun 1920-an, saat sebagian masyarakat pribumi menghabiskan malam dalam temaran lampu minyak, sebagian kecil wilayah Bandung bergelimang cahaya listrik. Tentu saja tempat-tempat yang dialiri listrik adalah pusat berkumpulnya para juragan besar Belanda.

Dari mana listrik itu berasal? Ya dari PLTA ini.

Bangunan inti dari PLTA Bengkok, masih seperti ketika pertama kali dibangun. Bangunan khas yang tampak kuno namun kokoh ini masih berdiri di lahan seluas 5 ha. Pernah ada perbaikan kecil, namun tak terlalu mengubah bentuk bangunan ini.

Selain bisa dijadikan tempat wisata, PLTA ini juga menyediakan penginapan yang murah, bersih, dan nyaman. Selain itu, ada juga ruang meeting yang dapat dipergunakan untuk pertemuan atau rapat.

3. Taman Hutan Raya

Taman Hutan Raya Djuanda

Suasana Taman Hutan Raya Djuanda yang asri

Dari PLTA Bengkok, kita bisa menuju TAHURA dengan mengikuti jalu PIPA Pesat berwarna kuning. Jika sudah beli karcis di Curug Dago tak usah beli tiket lagi. Cukup ditunjukan saja tiket yang sudah dibeli.

Begitu kita memasuki kawasan Hutan Raya, maka akan terasa suasana berbeda dengan hiruk pikuk kota Bandung. Udara yang sejuk, kerimbunan pepohonan, dan terkadang ditingkahi oleh jeritan monyet ekor panjang yang mencari makanan hingga ke dekat kantor. Ketika memasuki areal parkir dan tiket box pertama, maka sudah terpampang di hadapan kita barisan pohon pinus yang seolah memanggil kita untuk menikmati kesegaran udaranya. Dan betul saja, ketika kita melewati tiket box, kita disergap oleh aroma hutan. Wangi pohon pinus dan pepohonan lain. Wajar saja, karena koleksi hutan ini cukup banyak.

Beberapa tanaman termasuk tanaman yang unik dan langka. Adanya berbagai jenis tumbuhan yang berasal dari berbagai daerah yang tersusun dengan rapi. Akan kita temui juga pohon dengan batang seperti taburan pelangi (rainbow tree). ada juga anggrek akar yang menurut penjaga di sana termasuk anggrek terkecil. jika kita beruntung, maka kita akan menemui bunga bangkai yang sedang mekar.

4. Gua Jepang

Gua Jepang

Gua Jepang

Dari Plasa TAHURA, mari bergeser sedikit kea rah Gua Jepang. Gua Jepang ini dibuat pada tahun 1942 oleh balatentara Jepang dengan bantuan para pekerja paksa romusha. Gua Jepang tidak pernah terselesaikan dan tidak pernah dipakai karena jepang keburu kalah dalam perang melawan sekutu.
Selain sebagai tempat perlindungan dan persembunyian, gua juga sering dipakai sebagai tempat penyimpanan logistik makanan, senjata dan amunisi.
Ukuran Gua Jepang Bandung ini cukup besar yang membuat orang dengan mudah bisa melangkahkan kaki di sepanjang lorong gua dan tidak ada kesulitan bagi pengunjung untuk bernafas di dalamnya. Namun anda perlu menyewa lampu senter seharga Rp.3.000 untuk masuk ke dalam Gua Jepang, oleh karena tidak ada penerangan sama sekali di dalam sana.

5. Gua Belanda
Nah Sebetulnya gua ini ada kaitannya dengan PLTA Benkok. Sebelum menjadi benteng pertahanan dan gudang amunisi Belanda, gua ini sebetulnya merupakan jalur pengairah menuju kolam penampungan. Seiring perkembangan waktu dan kebutuhan pertahanan, ternyata gua ini digunakan untuk tujuan mliter Belanda yaitu sebagai jalur komunikasi.

gua belanda

Selain itu, dalam gua ini terdapat pula penjara dan tempat untuk melakukan interogasi bagi para tahanan. Gua Belanda juga menjadi benteng pertahanan terakhir militer Belanda sebelum menyerah kepada Jepang. Militer Jepang melanjutkan pemanfaatan gua (dan membuat gua lainnya) sebagai lokasi penyimpanan senjata dan pusat komunikasi radio yang terlindung karena letaknya yang terpencil.

5 Tujuan Wisata Favorit di Tahura Bandung
5 (100%) 2 votes
(Visited 527 times, 1 visits today)



'5 Tujuan Wisata Favorit di Tahura Bandung' have 12 comments

  1. 10/09/2015 @ 5:30 pm Nathalia DP

    waktu ke sana, anak saya suka banget bolak-balik masuk gua heuheu…

    Reply

  2. 10/09/2015 @ 6:53 pm Noniq

    Paling seneng jalan-jalan pagi/sore di Tahura, suasananya emang asli banget asrinya ^^

    Reply

  3. 10/11/2015 @ 6:48 am Zahra Rabbiradlia

    Wow informasinya menarik banget kang. Aku jadi tahu sejarah lebih lengkap tentang Tahura. Belum pernah ke Curug Dago jadi terkejut saat Raja Thailand pernah ke sini. Eh tapi jaman dahulu kala bukannya Thailand itu masuk kawasan Nusantara ya?

    Terus ada bunga bangkai di Tahura? WOW! Aku mau menjelajahi Tahura secara keseluruhan. Nuhun infonya ya kang 🙂

    Reply

    • 10/14/2015 @ 9:10 pm Fajruddin Muchtar

      ndak tahu juga Thailan dulu jadi bagian Nusantara. btw, tetap saja mengherankan. mau apa mereka itu ke sana. kekayaan floranya nanti saya ceritakan secara khusus.

      Reply

  4. 10/16/2015 @ 12:01 pm Evi Sri Rezeki

    Ke Goa Belanda baru nyampe parkirannya doang hehe

    Reply

  5. 10/16/2015 @ 7:14 pm Tian Lustiana

    Pengen kesana ih, ngajakin Marwah

    Reply

  6. 10/17/2015 @ 5:13 am Nia Haryanto

    Aku belom pernah ke PLTA pertama….

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 HelloBandungku.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool